Adu Domba
Anda tahu istilah ADU DOMBA ?
Hmmm…
Saya yakin Anda pasti tahu makna dari istilah tersebut.

Sebenarnya saya pun masih agak bingung, kenapa hewan yang bernama domba ini sampai turut serta dalam kancah peristilahan bahasa di antara manusia…
Mungkin kalau ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, alias sang domba, pasti bingung juga. Bisa jadi si domba pun geleng-geleng kepala, akibat sedemikian viral jenis ‘kaumnya’ di kalangan manusia… hehe.

Kalau membuka lembaran sejarah bangsa kita (Indonesia) kembali… pada masa perjuangan dulu, para penjajah menerapkan strategi ‘Adu Domba’ ini.
Kenapa mereka menggunakan strategi politik seperti ini ?
Sebab ‘Politik Adu Domba’ atau Divide et Impera, merupakan trik sekaligus taktik yang jitu dalam upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita saat itu.

Dalam rangka mendukung praktek ‘Adu Domba’, pondasi yang efektif sekaligus efisien ialah pembodohan.
Mereka yang bodoh akan mudah untuk dikuasai. Maka tak heran jika para penjajah tersebut bercokol sangat lama di tanah-air kita yang tercinta ini.

Pun demikian, penjajahan bangsa asing ternyata bermata-pisau ganda. Kenapa?
Sebab kedatangan dan kehadiran mereka di tengah-tengah bangsa ini, membuat para pendahulu kita menjadi mengenal dunia luar.
Banyak para pemuda yang berpikiran terbuka, menimba ilmu di luar negeri sana. Kemudian lambat laun, pembodohan yang dilakukan oleh penjajah kian hari semakin pudar.

Ketika upaya pembodohan tersebut mulai samar, kecerdasan pun akan mengambil peran.

Maka bermunculanlah pergerakan di mana-mana. Pergerakan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Melalui jalur organisasi maupun non-organisasi. Sehingga persatuan bangsa menjadi semakin erat.
Demikianlah sejarah…

Lalu kemudian, apa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah sejarah tersebut?
Kesimpulan dan pelajaran yang dapat kita ambil adalah…
Bangun… dan bangkitlah !
Jangan pernah membiarkan diri ini berkutat dalam kebodohan dan pembodohan.
Bukalah pikiran. Perluas wawasan.
Kebodohan dan pembodohan akan membuat kita mudah untuk dikuasai serta diadu-domba. Lagipula, kita ini manusia, bukan domba… ya kan ?

(Hr.Ferdian, 28 Mei 2017)

Content Protection by DMCA.com