RINDU RASUL

Rindu Rasul
Sebagai seorang Muslim (penganut/pemeluk Agama Islam), jujur pada saat ini saya sedang merasakan rindu yang teramat sangat kepada Rasulullah, Nabi Muhammad S.A.W. … Sang Nabi dan Rasul Utusan Allah, Utusan Tuhan. Oleh sebab itu, pada tulisan kali ini sengaja saya sematkan judul RINDU RASUL.

Tentu di antara Anda ada yang bertanya-tanya, kenapa saya merasakan sangat rindu kepada Sang Nabi?

Dalam kisah-kisah yang saya dapat dari para guru di bidang agama, dan juga dari kitab, buku, maupun literatur lain yang pernah saya baca, Rasulullah sungguh-sungguh berakhlak mulia (Akhlaqul Karimah).

Beliau adalah seorang Rasul yang pengasih, pemaaf, dan sangat berjiwa sosial tinggi. Dalam hal bertoleransi, Beliau lah panutan terbaik yang pernah ada sepanjang masa.

Pernah pada sebuah kisah, Beliau dilempari dengan batu, bahkan dengan kotoran Unta… Tetapi mereka yang melempari justu malah didoakan oleh Beliau, agar Allah Ta’Ala, Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Pemaaf, mengampuni kesalahan para pelempar tersebut.

Masya Allah

Bayangkan, Saudara-saudara!… Kotoran Unta…?!!
Saya tidak mengajak Anda untuk membayangkan kotoran Unta lho… Hihihi… Jangan ge-er…
Maksud saya tadi ialah, coba bayangkan kejadiannya, peristiwanya, moment-nya, apa jadinya jika kejadian ini kita alami sendiri?
Mungkin emosi amarah kita langsung mengkabutkan akal sehat, menutup hati, serta menyelubungi jiwa, lalu kita pun kalap membabi-buta… Na’udzubillah.

Memang wajar-wajar saja, kita ini kan cuma manusia biasa, bukan Rasulullah. Tapi kalau kita mengaku menjadi umat Beliau, maka teruslah belajar dan berusaha untuk meneladani Beliau. Walaupun tidak mungkin sama dengan Beliau, setidaknya terdapat kebaikan serta perbaikan pada diri kita dalam meneladani Beliau.

Sulitkah?… Iya.
Susah?… Pasti.
Apakah mungkin?… Tidak ada yang tidak mungkin.
Apa bisa? … Nah, kalau jawaban yang ini bergantung pada pola pikir Anda sendiri… Hmmm.

Baiklah… Saya lanjutkan…
Kemudian, ada juga suatu kisah yang menceritakan bahwa Beliau pernah menyuapi makan seorang pengemis buta (tuna-netra), padahal pengemis tersebut bukanlah seorang Muslim (Non-Muslim).

Subhanallah

Rasanya tidak cukup kata-kata lagi demi menuliskan betapa luar biasanya Sang Nabi. Sedemikian hebatnya Rasulullah.

Keluarbiasaan dan kehebatan Beliau bukanlah dari segi materi atau harta. Bukan juga karena kekuasaan, maupun perihal duniawi lainnya… Bukan. Tapi akhlak yang mulia. Akhlak yang sudah sangat jarang sekali kita jumpai pada masa sekarang ini.

Segala yang ada pada Beliau, terutama betapa mulianya akhlak Beliau… Kasih sayangnya, pemaafnya, toleransinya… Inilah yang membuat saya rindu…
Rindu kepada Rasulullah… RINDU RASUL.

Sholawat dan Salam Untukmu Yaa Rasulullah…

(Hr.Ferdian, 29 April 2017)

Content Protection by DMCA.com