Belajar Sabar
“What??… Apa??… Belajar Sabar?… Hahaha… Sabar kok perlu belajar!… Gimana sih nih orang, masa mau sabar aja harus belajar dulu…”

Baca dan simaklah paragraf pembuka di atas.
Demikianlah apa yang disebut dengan komentar, opini, atau pendapat. Akan selalu ada di dalam kehidupan kita.
Entah yang positif, yang konstruktif. Entah pun yang negatif, yang destruktif.
Saya ulangi dan saya garis-bawahi… Akan selalu ada.

Pada suatu tulisan, karya tulis apa pun (yang berparagraf tentunya), setelah kata atau kalimat yang menjadi judul maka akan dimulailah penulisan paragraf pertama.
Jadi kesimpulannya sehubungan dengan paragraf di atas yaitu, bahwa komentar tersebut muncul bahkan hanya berdasarkan dibacanya suatu judul.

Anda belum paham maksud saya?
Baiklah, akan saya sederhanakan kalimatnya, begini… Baru hanya membaca judul saja langsung muncul komentar.
Saya yakin Anda sudah paham sekarang.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah…
Kenapa bersabar itu harus dipelajari?
Sebab yang namanya bersabar itu sulit.

Sabar itu ibarat sebuah bendungan sungai. Semakin kuat bendungannya, maka akan semakin kuat pula dorongan arusnya.

Oleh karena itu, cukup wajar (dan manusiawi) jika ada yang beranggapan, kesabaran itu ada batasnya. Walaupun semestinya, kesabaran itu tidaklah berbatas. Kalau diumpamakan dengan kuota internet… Sabar itu unlimited.

Kesabaran yang ada batasnya, merupakan dampak dari penafsiran yang keliru terhadap kata ‘sabar’ itu sendiri.
Kata ‘sabar’, terlanjur dimaknai dengan menahan diri atau menahan emosi. Bukan mengendalikan, tapi menahan.
Padahal, dari segi etimologi, secara kata pun sudah sangat berbeda sekali.

Tidak mudah memang untuk membiasakan diri agar memiliki kesabaran yang sepatutnya.
Bukanlah perkara seperti membalikkan telapak tangan dalam membedakan antara bersabar yang bermakna menahan dengan bersabar yang bermakna mengendalikan.

Walaupun begitu, kata ‘tidak mudah’ lebih optimis daripada kata ‘tidak bisa’.
Dan yang menjadi kunci terpentingnya hanya satu… Berusahalah untuk senantiasa belajar bersabar.

(Hr.Ferdian, 5 April 2017)

Content Protection by DMCA.com