Tuhan Tidak Bisu
Tuhan itu Maha Berfirman. Dia Maha Berbicara. Maha Berkata. Dengan kata lain… Tuhan Tidak Bisu.

Kita semua sudah sama-sama tahu dan paham akan salah satu Sifat-Nya tersebut. Akan tetapi, faktanya, tanpa disadari justru kita malah menganggap seolah-olah Dia (Tuhan) itu ‘bisu’.

Dalam setiap doa yang kita panjatkan kepada-Nya, ternyata kita lebih sering meyakini Dia hanya sebagai Yang Maha Mendengar semata.

“Tolong berikan aku ini Ya Tuhan…”
“Aku mohon itu Ya Tuhan…”

Dia (Tuhan) memang ‘tempat’ kita berlindung. Dia pun ‘tempat’ kita meminta dan bermohon. Sebab hanya Kepada-Nya lah sejatinya kita berserah diri.
Tapi jangan egois. Jangan terlena dengan keinginan sendiri.
Selain sebagai pembicara yang baik, belajarlah juga untuk menjadi pendengar yang setia.
Janganlah kita terus yang sibuk berkata-kata kepada-Nya, sedangkan setiap Perkataan-Nya tak pernah didengarkan.

“Apa?… Mendengarkan Perkataan-Nya?… Perkataan Tuhan?… Emang siapa kita rupanya, kok hebat betul bisa mendengar Perkataan-Nya?… Emang kita ini salah satu Utusan-Nya?… Iya??… Lagi mabok nih yang nulis… Nggak paham soal agama… Sok tau!”

Saya teramat sangat maklum apabila di antara Anda ada yang berkomentar seperti itu. Atau setidaknya di dalam pikiran sudah terlanjur bereaksi demikian.

Oleh karena itu, perlu saya ulangi kembali…
Tuhan itu Maha Berfirman… Maha Berkata… Maha Berbicara.
Perhatikanlah kata ‘Maha’ yang terdapat di setiap awal kata sifat. Kata ‘Maha’ ini menunjukkan Kehebatan dan Kesempurnaan-Nya. Menunjukkan juga betapa luas Kekuasaan-Nya.

Jadi, ketika Tuhan Maha Berbicara, maka Dia akan Berbicara kepada siapa pun yang di-Kehendaki-Nya. Tak terkecuali kita. Saya maupun Anda.

Dan jangan lupakan satu hal… kita adalah manusia. Bukankah Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah-Nya?
Menjadi sebagai ‘Wakil’-Nya?
Sebagai ‘Pengganti’-Nya di dunia ini?

“Ok… Baiklah.
Tuhan Maha Berbicara, Maha Berkata, Maha Berfirman. Tuhan Tidak Bisu. Ok… Lalu bagaimana cara mendengarkan Perkataan-Nya?”

Sedemikian banyak Perkataan-Nya yang dapat kita dengarkan.
Dalam kitab suci…
Kejadian maupun peristiwa alam…
Bahkan setiap pengalaman di dalam kehidupan ini pun termasuk sebagian dari Perkataan-Nya yang perlu kita dengar, mesti kita simak.

Tetangga, saudara, kawan Anda sedang mengalami kesusahan, kesulitan, dan Anda punya kemampuan untuk berbagi dengannya. Maka lakukanlah… Bertindaklah…
Dengarkan Perkataan-Nya, bahwa kita mesti berkasih-sayang serta peduli kepada sesama.

Dia (Tuhan) juga telah berkata, bahwasanya jangan ada di antara kita yang gemar menyebar aib, gosip, dan sebagainya. Maka dengarkanlah Perkataan-Nya itu.
Jangan berpura-pura tuli akan setiap Perkataan-Nya. Sebab dengan begitu sama halnya dengan menganggap Dia ‘bisu’. Dan itu merupakan perilaku yang durhaka.

Tuhan Tidak Bisu.
Maka dengarkanlah apa pun Perkataan-Nya.

(Hr.Ferdian, 25 Maret 2017)

Content Protection by DMCA.com