Pencarian
Di sepanjang sejarah peradaban manusia, Pencarian, merupakan salah satu dari sekian proses yang akan tetap eksis. Manusia senantiasa melakukannya. Dan berbagai cara serta upaya dilakukan untuk hal ini.

Pencarian, mencari, atau searching… adalah kata kerja, kata proses. Dan setiap proses tentu memiliki maksud dan tujuan. Setiap proses pun akan menimbulkan apa yang namanya hasil.

Ini prinsip dualitas yang cukup sederhana.
Mengenai hal ini, saya juga pernah membahasnya pada tulisan tahun lalu, yang berjudul “Prinsip Dualitas yang Sederhana“. (silahkan klik link tersebut jika Anda ingin membacanya).

Sekali lagi saya ulangi dan tekankan, bahwa ini adalah prinsip dualitas yang cukup sederhana.
Proses itu sebab, hasil itu akibat.
Proses itu awal, hasil itu akhir.
Ada sebab, ada akibat.
Ada awal, ada pula akhir.
Sebab-akibat, awal-akhir.

Pencarian, memiliki multi-goal. Beraneka ragam hasil yang hendak dicapai dari proses pencarian.

Ada yang mencari nafkah atau mencari rezeki, ada yang mencari ilmu, ada yang mencari jodoh, mencari harta, mencari kedudukan (jabatan), mencari popularitas, dan lain-lain, dan sebagainya.

Selain pencarian yang telah disebutkan tadi, ada juga pencarian lain yang menurut saya ‘agak sedikit keliru’ untuk dilakukan, misalnya mencari kebahagiaan, mencari jati diri, bahkan ‘mencari’ Tuhan.

Kenapa saya katakan ‘agak sedikit keliru’?
Karena kata ‘mencari’ terasa kurang tepat disematkan di depan setiap kata-katanya.

Saya lebih menyarankan, agar kata ‘mencari’ tersebut diganti dengan kata yang lain, yaitu kata ‘menyadari’. Sehingga akan menjadi seperti ini :
‘Mencari Kebahagiaan’… menjadi… ‘Menyadari Kebahagiaan’.
‘Mencari Jati Diri’… menjadi… ‘Menyadari Jati Diri’.
‘Mencari Tuhan’… menjadi… ‘Menyadari Tuhan’.

Bagi saya pribadi, masing-masing pasangan kata tersebut akan menjadi terasa lebih pas.
Saya serius soal ini ya. Sebab saya bukan sedang mengiklankan produk apa pun… hehehe¬†?

Tetapi ini hanya menurut saya pribadi lho…
Dan saya tidak memaksa Anda untuk mengikuti maupun meng-yes-kan dan meng-ok-kan pendapat dari pribadi saya. Sebab diri Anda memiliki pribadi sendiri.

Kalau pribadi Anda merasa kurang cocok, ya sudah… putuskan saja jalinan cinta kita… hihihi ??
Jangan diambil hati ya, saya cuma bercanda… just kidding ?

Akhir kata, mohon maaf pemirsa dan pembaca yang budiman…
Berhubung kondisi tubuh saya masih kurang sehat dan belum fit, maka pembahasan ini akan saya teruskan pada tulisan saya yang lainnya (nanti) dengan judul : ‘Mencari Bukanlah Mengejar (Pencarian II)‘.

to be continued (bersambung)

(Hr.Ferdian, 4 Maret 2017)

Content Protection by DMCA.com