sms
Warning !!!
SMS adalah penyakit hati yang sangat berbahaya.

“Hah?? … SMS??!!”
Short Message Service??”
“Layanan pesan singkat yang ada di ponsel, di hape??… Iya??”
“Atau slogan jingle iklan dari sebuah produk makanan??”
“Ah, masa itu berbahaya?”

Hahaha… bukan… ?
Bukan itu maksudnya lho.

SMS yang dimaksud adalah…
Susah Melihat orang Senang.
Senang Melihat orang Susah.

Ini penyakit hati. Ini merupakan derita batin yang lebih berbahaya dari segala derita. Bisa membuat penderitanya merasa galau berkepanjangan. Serta dapat mengakibatkan tekanan mental berstadium tinggi alias akut.

Susah Melihat orang Senang.
Tetangga sebelah rumah sedang berliburan, ber-holiday¬†ke luar negeri, tiba-tiba badan Anda langsung merasa meriang. Berkeringat dingin seperti orang yang baru nge-date sama setan… huahahaha??…
Menimbulkan sensasi horror bagi Anda, tapi sangat kocak bagi saya.

Buat yang lagi seru-serunya kasmaran, alias pacaran, ketika di jalan berjumpa sama mantan pacar lagi asyik bergandengan tangan dengan pacar barunya… (kayak truk kontainer pelabuhan) ?… Tiba-tiba dada Anda serasa diguncang gempa sekian skala Richter… Namun tidak berpotensi Tsunami. Sungguh betapa lebay dan baper-nya kepribadian yang Anda miliki.

Tidak berguna jika Anda merasa susah ketika orang lain sedang merasa senang.

Walaupun Anda tidak terkena sedikitpun ‘percikan’ dari kesenangan orang tersebut… ya sudahlah. Biarkan saja. Jangan sok sibuk kayak pegawai yang lagi dikejar-kejar deadline.?

Senang Melihat orang Susah.

Ceritanya pada suatu ketika, ada seorang teman Anda yang tengah dilanda kesusahan dalam hal finansial. Teman Anda ini sudah berusaha sekuat tenaga, namun penghasilannya tetap masih jauh untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kemudian Anda sebagai salah satu hamba Tuhan yang diberi kelebihan amanah rezeki dari-Nya, sangat tahu persis kondisi teman Anda tersebut. Akan tetapi, faktanya, justru Anda malah bersikap pura-pura tidak tahu.
Dan yang lebih parah sekaligus tragisnya lagi, Anda punya hobby yang cukup ‘unik’, yaitu… suka menceritakan ‘dongeng’ seputar pakaian Anda yang bermerk ini dan itu kepadanya, atau ‘bertestimoni’ pribadi, -cenderung monolog pastinya-, soal pembelian sepatu Anda yang harganya sebanding dengan pembelian beras berkarung-karung. Belum lagi kalau Anda adalah seorang aksesoris-mania, biasanya ditambahkan juga dengan ‘hikayat’ perhiasan yang sedang dipakai.

Sebetulnya sah saja kalau Anda bertingkah laku ‘mabuk’ gemerlap seperti demikian, sebab Anda punya hak untuk melakukannya. Namun sangat disayangkan, jika kesenangan yang Anda rasakan menjadi ‘batu sandungan’ bagi tingkat kesadaran Anda sendiri.
(pada tulisan sebelumnya, yang berjudul Bukan Pada Televisi Anda, saya sudah membahas sedikit tentang kesadaran)

Nah… sampai di sini, saya harap Anda sudah paham, atau setidaknya Anda sudah tahu, apa yang saya maksud dengan singkatan SMS.

Jadi silahkan terus ber-sms dengan ponsel Anda. Karena bukan SMS ini yang termasuk ke dalam kategori penyakit hati. SMS di ponsel hanyalah salah satu metode, fasilitas dalam berkomunikasi.
Silahkan juga Anda pergi ke warung, beli makanan yang di jingle iklannya ada slogan SMS.
Silahkan…
Selagi hal-hal tersebut dilakukan secara proporsional, seimbang, dan tidak melampaui batas, silahkan lanjutkan.

SMS yang penting untuk dihindari serta diwaspadai adalah…
Susah Melihat orang Senang.
Senang Melihat orang Susah.

Berhati-hatilah terhadap penyakit hati seperti ini.

(Hr.Ferdian, 7 Februari 2017)

Content Protection by DMCA.com