PERHATIAN

perhatian
“Mana kadonya?”
“Mana cokelat Valentine-nya?”
“Kok cuma ucapan selamat atau happy?”
“Kadonya mana??”
“Cokelatnya??”

(Terlepas bahwa pada hari kemarin merupakan Valentine Day, Hari Valentine, Hari Kasih Sayang. Dan juga terlepas bahwa saya maupun Anda ikut merayakannya atau tidak.)

Sebetulnya, sekedar ucapan selamat atau happy saja, itu pun sudah bagian dari salah satu bentuk perhatian. Namun (biasanya), pertanyaan-pertanyaan dengan tingkat antusiasme yang tinggi seperti demikian, diucapkan oleh mereka yang berkepribadian agak manja, romantis, dan ingin diperhatikan oleh lawan bicara maupun pasangannya.

Saya tidak berniat ataupun ada maksud untuk menyinggung Anda. Sama sekali tidak. Oleh karena itu, sesudah kata ‘namun’, saya berikan kata ‘biasanya’ di dalam tanda kurung.

Setiap orang memang butuh untuk diperhatikan. Begitu juga dengan Anda dan saya. Karena memang, yang namanya perhatian ini memiliki energi yang cukup besar.

Kenapa bisa begitu?

Ya, karena… segala bentuk perhatian-yang tulus dan bukan modus (modal dusta)- … berasal dari hati.

Cobalah Anda ‘membedah’ sedikit secara prinsip berbahasa. Saat dipenggal, kata ‘perhatian‘ akan menjadi seperti ini…

per-hati-an

Berawalan kata ‘per’, dan berakhiran kata ‘an’. Singkirkan sejenak masing-masing kata awalan dan akhirannya, maka Anda akan mendapatkan satu kata, yaitu ‘hati‘.

Jadi, bisa kita simpulkan, bahwa…

Ketika ada seseorang yang memberikan perhatian, tetapi tidak bersumber dari hati, maka kesalahan awal orang tersebut adalah melanggar kaidah berbahasa.

Ini baru kesalahan awal ya, bukan final.

Namun jangan dianggap remeh.
Kesalahan awal ini akan menimbulkan apa yang disebut dengan Domino Effect, yaitu Efek Domino, Dampak Domino.

Anda tahu Domino?
Domino itu adalah sejenis kartu permainan, playing cards, yang nilai angkanya berbentuk dot, titik bulat berwarna merah. Dalam bahasa sehari-hari juga disebut dengan Kartu Gaple.

Ok… mari kita lewatkan soal kartu.
Lalu apa relevansi-nya, sangkut-pautnya dengan istilah Efek Domino?

Tunggu…✋
Sabar…
Tersenyumlah terlebih dahulu…☺
Kita tidak sedang membahas tentang permusuhan, perselisihan, konflik, maupun perang.
Tetapi soal perhatian, cinta dan kasih sayang.
Maka tersenyumlah…☺

Saya lanjutkan…

Efek Domino ini adalah istilah yang bermakna simbolis, sebagai bentuk penjelasan dari suatu akibat, dampak atau efek beruntun.

Seumpama Kartu Domino yang Anda tegakkan secara bersusun-baris, kemudian kartu di urutan paling belakang, yaitu kartu yang pertama ditegakkan, Anda beri sedikit sentuhan ke arah depan.
Hasilnya apa?
Kartu yang berbaris selanjutnya akan mulai ikut berjatuhan satu per satu.
Dan inilah yang dimaksudkan dengan istilah simbolis dari Domino Effect atau Efek Domino.

Selain memiliki potensi energi yang cukup besar, yang dapat menimbulkan Efek Domino, perhatian.. juga merupakan salah satu cara yang paling efektif, efisien, sekaligus romantis untuk mengungkapkan cinta, kasih sayang di antara sesama manusia. Bahkan di antara sesama makhluk.

Kata kunci, alias keyword-nya, sangat sederhana sekali… Perhatian.

Sama halnya sewaktu Anda membaca tulisan saya ini. Sesungguhnya Anda sedang memberikan perhatian.
Perhatian kepada apa dan siapa?
Perhatian kepada setiap kata yang saya susun. Walaupun (mungkin) sebagian dari Anda belum kenal dengan saya.

Akan tetapi, Anda tidak usah heran, memang demikian adanya. Perhatian, memang seringkali melintasi batas yang disebut dengan perkenalan.

(Hr.Ferdian, 15 Februari 2017)

[wp_ad_camp_3]

Content Protection by DMCA.com