masa lalu
Jangan mentang-mentang tulisan ini saya beri judul Masa Lalu, lantas Anda langsung stand-by dalam posisi siap berjoget… alias siap bergoyang… hahaha ??

Apa sebab jadi begitu?
Karena eh karena, subconcious-mind (alam bawah sadar) Anda langsung meng-asosiasi-kan kata tersebut dengan salah satu lagu ber-genre musik dangdut.

Iya kan? … Betul kan?
Ngaku aja deh?!… Ngaku!
(kenapa saya jadi memaksa ya ?)

Bukan suatu masalah juga sih kalau kebetulan memang Anda seperti itu. Namun yang jelas (dan pasti), ketika Anda membaca kata ‘Masa Lalu‘, keyakinan saya hampir menyentuh angka 100%, bahwa pikiran dan hati Anda akan bersikap responsif terhadap setiap kenangan di dalam kehidupan Anda.

Ya… Masa Lalu.
Setiap orang memiliki masa lalu-nya masing-masing. Setiap insan punya masa lalu-nya sendiri.
Ada masa lalu yang menyenangkan, ada juga yang tidak menyenangkan.

Khusus untuk kata ‘tidak menyenangkan’, bisa kita ganti juga dengan kata ‘menyakitkan’, supaya terasa agak dramatis sedikit… 😉 … dan biar nuansanya lebih ‘sinetron’… hehehe ?.

Tapi kalau boleh saya sarankan…
sebaik dan seburuk apa pun masa lalu Anda, jangan pernah terikat pada hal itu.

“Ah… enggak tuh… biasa aja.”
Mungkin sebagian dari Anda ada yang langsung protes demikian…?

“Lebay nih penulisnya!”
Mungkin ada juga di antara Anda yang ber-otak agak nyinyir, lalu nyeletuk begitu… ?
(ternyata bukan cuma mulut yang bisa nyinyir, otak juga… wkwkwk)

Perlu diketahui… Anda sadari atau tidak… Anda akui atau tidak… pada kenyataannya memang seperti itu. Pokok permasalahannya adalah, kejujuran Anda terhadap diri sendiri.

Saya bukan bermaksud hendak memprovokasi Anda untuk menjadikan masa lalu sebagai sesuatu yang tidak penting dan tidak perlu.

Masa lalu tetap diperlukan.
Segala kenangannya pun tetap dibutuhkan.

Begini…
Ibarat Anda sedang berkendara, kenangan masa lalu berfungsi sebagai kaca spion-nya. Berguna untuk melihat kendaraan lain yang berada di belakang kendaraan Anda, agar tidak terjadi kecelakaan dan sebagainya.

Namun demikian, walaupun kaca spion diperlukan dan dipergunakan untuk menghindari kecelakaan, bukan berarti Anda mesti terus menerus melihatnya… ✋ stop !… Jangan terpaku terhadap kaca spion !!… Sebab yang akan terjadi justru malah kecelakaan juga pada akhirnya.

Selain itu, saya juga tidak menyuruh Anda untuk menghapus memori, kenangan masa lalu. Karena setahu saya, hal itu tak mungkin terjadi. Kecuali Anda menderita penyakit Amnesia, atau lupa ingatan.
Anda tahu kan apa itu Amnesia?
Kalau memang belum tahu, cobalah searching di Google, dan Anda ketikkan keywordAmnesia adalah‘ (tanpa tanda kutip).

Ok… back to the topic

Lantas, kenapa Masa Lalu dapat menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan dan janin?
Upsss… sorry… jadi nyasar deh ??… maaf ya…
Maksud saya adalah… Kenapa Masa Lalu dapat menyebabkan atau menimbulkan keterikatan?
Sebab Masa Lalu adalah bagian dari sejarah kehidupan Anda. Merupakan bagian dari satu kesatuan waktu di sepanjang perjalanan kehidupan Anda. Dan moment itu sudah bukan milik Anda lagi.

Sebagai manusia biasa, kita lebih cenderung terikat dengan hal-hal yang sudah hilang dan berlalu, dengan sesuatu (atau seseorang) yang sudah tidak lagi ada bersama kita.

Baiklah…
Untuk mempersingkat pembahasan kali ini, akan saya lanjutkan dengan cara membagi Masa Lalu ke dalam 2 kategori sebagai berikut :

Kategori pertama yaitu…
Masa Lalu Positif.
Semua pengalaman yang pernah membuat Anda merasa senang, bangga, bahagia, dan sebagainya.
Misalnya, Anda pernah menjadi juara satu dalam lomba balap karung saat perayaan 17 Agustus. ????
Anda tentu senang dan bangga saat kejadian itu.
Tapi sekarang… hanya tinggal kenangan di dalam memori otak Anda dan para panitia, juga penonton yang terlibat saat itu. Moment itu hanya tinggal berstatus sebagai kenangan. Hanya ‘pernah’ Anda alami dan rasakan. Bukan ‘sedang’. ?

Kategori selanjutnya, yang kedua dan terakhir ialah…
Masa Lalu Negatif.
Segala pengalaman yang pernah membuat Anda merasa berduka, kecewa, marah, sakit hati, dan sebagainya.
Misalnya, kekasih Anda pernah memutuskan tali cintanya dengan cara menikah dengan orang lain… hmmm… ??
Saat peristiwa ini terjadi pasti Anda merasa kecewa dan kecewa. Anda merasa galau berkepanjangan. Dunia ini serasa bagai kiamat bagi Anda. Mungkin perlu hitungan hari, bulan, bahkan tahun untuk memulihkan diri, terutama hati Anda, dari keadaan seperti ini.

Saya sangat paham sekaligus ber-empati sekali kalau Anda memiliki masa lalu dari kategori yang ini.
Oleh karena itu saya sarankan, kalau bisa… berupayalah terus untuk melewati ini semua.

Serupa dengan kategori yang pertama tadi… sekarang Anda tidak ‘sedang’ mengalami kejadian tersebut. Statusnya hanya tinggal kenangan. Moment itu sudah lenyap. Jangan biarkan seakan-akan masih ada. Jangan membuat kenangan itu tetap hidup di dalam pikiran, hati, dan jiwa Anda. Saya tahu, Anda teramat sayang kepadanya, pada dia yang telah meninggalkan diri Anda. Namun jangan lupakan diri Anda sendiri. Sayangilah diri Anda seutuhnya. Sebab kehidupan Anda masih cerah.

Jangan hanya karena sebatang lilin telah habis, kemudian Anda kira gelap gulita selamanya.

Bangun, dan sambutlah sang fajar pagi.

Sebagai penutup, ada sedikit bahan perenungan, untuk saya pribadi dan Anda…
Secara bahasa, kata Masa Lalu terdiri dari dua suku kata yaitu kata ‘Masa‘ dan kata ‘Lalu‘.
Jadi, pengertian paling dasarnya begini…
Masa Lalu adalah suatu masa, suatu waktu, yang telah berlalu, sudah lewat, sudah pernah dilalui.

Selamat Move-On… ??✊

(Hr.Ferdian, 27 Februari 2017)

Content Protection by DMCA.com