Selamat Belajar, Nak !
Sebelum terucap kalimat, ‘SELAMAT BELAJAR, NAK !‘, ada sedikit susunan kata serta kalimat yang perlu kamu dengarkan, wahai Anakku.
Maka cobalah untuk membuka pikiran dan hatimu. Kalaupun tidak, cukup pergunakan saja telingamu dengan sepatutnya.

Kamu masih harus banyak belajar lagi, Nak… !

Kalau kamu mau meng-analogi-kan, membanding-bandingkan sesuatu dengan yang lain itu, sebaiknya ‘apple to apple‘. Jangan ‘apple to mango‘, atau ‘apple to banana‘… Jangan !!

Itu sama halnya kamu meng-analogi-kan antara ‘jengkol dengan pete’.
Iya sih, memang sama-sama menimbulkan bau mulut…
Tapi tetap beda !

Nanti kalau ada ‘cabe-cabean‘ lewat, takutnya kamu malah diketawain, sambil diteriakin, “Jaka Sembung bawa golok…
Haha… Kamu pasti malu kan jadinya.

Oleh karena itu… belajar lagi ya Nak.
Jangan mentang-mentang sudah lulus sekolah, bahkan mungkin sudah bergelar, lantas berhenti belajar. Itu arogan namanya. Alias angkuh, sombong, congkak, dan takabur. Kalau kamu bersikap demikian, secara tidak langsung itu sama saja dengan mengkhianati jasa-jasa kedua orangtua, dan juga para guru, yang telah menanam benih pembelajaran di dalam kehidupanmu.

Sesungguhnya proses belajar itu bukan ditutup dengan pembagian ijazah, sertifikat, atau acara perpisahan, Nak… Bukan.

Sepanjang kamu bernafas, selama kamu menghirup salah satu unsur udara yang bernama Oksigen, itulah masanya proses belajar.

Tolong kamu dengarkan celotehan saya ini ya, Nak. Silahkan kamu anggap saja sebagai sebuah celotehan.

Jangan anggap ini wejangan, petuah, atau nasehat. Sebab saya bukan orang pintar. Kalau saya pintar, pasti sering minum jamu *****… . Tuh kan disensor, dikira iklan… Hehe.

Tidak perlu kamu mengerti dan pahami sekarang, cukup dengarkan saja.
Sama halnya saat kamu sedang mendengarkan sebuah lagu, cukup kamu dengarkan saja. Lama-lama juga hafal liriknya…

Selamat belajar ya, Nak.

(Hr.Ferdian, 14 Desember 2016)

Content Protection by DMCA.com