persahabatan dalam perbedaanBeberapa hari ini saya jadi teringat pada seorang sahabat di masa kecil saya… Vicky namanya. Seorang warga keturunan, dan berbeda agama dengan saya.

Rumah sahabat saya ini bertepatan di sebelah rumah Almarhumah Nenek saya. Karena pada waktu kecil hingga usia remaja saya tinggal di rumah tersebut. Beberapa sahabat saya yang lain juga mengetahui tentang ini.

Ketika kami bermain dulu, saat tiba waktunya saya mengaji, saya pun pergi. Dan kami berhenti bermain.

Seringkali terjadi hal seperti ini, karena jadwal mengaji saya bertepatan dengan jam bermain anak-anak.

Saya masih ingat, pernah suatu hari sahabat saya ini rela menunggu saya di depan pengajian. Karena kami berencana untuk meneruskan bermain lagi seusai saya mengaji… hehe ?. Kebetulan tempat tinggal kami tidak jauh dari tempat saya mengaji.

Begitu juga pada hari Minggu, saat sahabat saya ini pergi beribadah (kebaktian). Setelah pulang dari tempat ibadah bersama kedua orangtuanya, barulah kami bermain.

Begitu damai…
Betapa indahnya kenangan ini…

Kami berdua sama-sama tahu, banyak perbedaan di antara kami. Etnis, warna kulit, agama, dan bahkan dari segi ekonomi orangtua kami pun berbeda.

Akan tetapi, demikianlah masa kecil. Masa kanak-kanak. Kami hanya tahu bermain bersama. Kami tidak mau ambil pusing dengan perbedaan yang menggunung tersebut. Dan kami juga tak pernah sekalipun saling menyinggung, mengejek, atau menghina.

Sekali lagi saya tekankan, demikianlah masa kecil, masa kanak-kanak…

Dan saya rindu masa-masa itu, saya kangen kebersamaan itu. Sebuah
kebersamaan yang tulus, dari persahabatan yang tulus.

(Hr.Ferdian, 29 Desember 2016)

* tulisan ini untukmu, Kawan… di manapun berada.

Content Protection by DMCA.com