Kalau Anda pernah membaca salah satu tulisan saya sebelumnya yang berjudul Cyber War, tentu Anda akan paham apa yang saya maksud dengan ‘peluru nyasar’ dalam tulisan saya kali ini.

Ya.
Peluru nyasar.

Sadar atau tidak…
Mau tidak mau…
Sekarang ini kita tengah berada di dalam situasi dan kondisi ‘perang’ (sengaja saya berikan tanda kutip agar tidak dimaknai secara harfiah).

Sudah banyak yang menjadi korban peluru nyasar di dalam perang ini. Salah satunya mungkin termasuk diri saya sendiri.

Beberapa hari yang lalu, saya pernah nge-share sebuah info, berita, di salah satu media sosial yang ternyata, setelah saya telusuri, info tersebut cuma hoax.

Saya yakin Anda sudah tahu makna dari kata hoax bukan?

Seandainya belum tahu, silahkan Anda searching di Google dengan mengetikkan kata ‘hoax adalah’ (tanpa tanda kutip). Karena mohon maaf, saya tidak sedang membahas kata hoax tersebut.

Jadi intinya adalah, setiap info maupun berita yang beredar bebas dan luas di dunia maya, di internet, tidaklah secara serta merta layak untuk langsung kita share, kita sebarluaskan begitu saja.

Sebagai makhluk yang diberi akal oleh Tuhan, seharusnya kita dapat lebih cermat mengantisipasi hal ini. Kecuali kalau memang kita sengaja menjadi sukarelawan sebagai korban dari peluru nyasar itu sendiri.

(Hr.Ferdian)

Content Protection by DMCA.com