Hidup ini Singkat
HIDUP INI SINGKAT, Bro… !!”
Begitu kata salah seorang kawan lama saya beberapa tahun yang silam.

Ketika mendengar kalimatnya itu, tidak ada hal yang memotivasi diri saya untuk mendebatnya. Bahkan menjawabnya pun tidak. Saya hanya tersenyum sambil berpikir, “ngeri juga ya.”

Kengerian saya adalah, bagaimana jika ada sebagian orang yang menyalahgunakan konsekuensi dari kalimat tersebut, lalu berprinsip seperti ini…

Karena hidup ini singkat, maka harus menikmati segala hal yang enak-enak. Tidak perlu dipikirkan terlebih dahulu aspek moralitasnya… tidak perlu. Pokoknya asal mendapatkan efek kepuasan. Titik.

Tidak perlu dipusingkan juga bagaimana dampaknya buat orang lain. Entah merugikan, menimbulkan korban atau tidak, yang penting nikmat. Titik lagi.

Demikian kekhawatiran saya atas rasa kengerian akibat penyalahgunaan kalimat Hidup ini Singkat tadi.

Ya… Hidup di dunia ini memang singkat. Hanya bermula dari persalinan dan berakhir di pemakaman.

Akan tetapi, singkatnya hidup ini tidak mesti kita isi dengan segala ‘kemabukan’. (sengaja saya beri tanda kutip agar tidak ada yang mengartikannya hanya sebatas mabuk narkoba).

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi hidup yang singkat ini. Mewarnainya bagai kanvas lukisan yang sangat luar biasa.

Namun jangan sampai menyalahartikan kalimat yang positif dengan hal yang negatif, lalu menyalahgunakannya. Sebab akan berdampak negatif juga pada akhirnya.

(Hr.Ferdian, 10 Desember 2016)

Content Protection by DMCA.com