Prinsip Dualitas yang Sederhana
Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang sebuah Prinsip Dualitas yang Sederhana yang ada di dalam kehidupan.

Apa itu Dualitas?
Dualitas adalah setiap hal yang saling berkontradiksi, saling berlawanan. Atau bisa juga disebut dengan saling berpasangan.
Contoh misalnya : siang-malam, gelap-terang, atas-bawah, air-api, besar-kecil, dan sebagainya.

Lalu apa yang saya maksudkan dengan Dualitas Sederhana?
Kata ‘sederhana’ di sini saya gunakan untuk mewakili kata ‘dasar’, ‘esensi’, dan ‘umum’.

Dan Dualitas Sederhana, merupakan bagian dari salah satu kategori dari dualitas yang ada di dalam kehidupan, yaitu Dualitas Unsur. Baik secara harfiah, maupun secara simbolis.

Ok… Akan saya mulai… ?

“Kita tidak bisa tinggal diam !!”,
teriak Si-X dengan penuh semangat berapi-api.
“Kita harus bergerak… !!!”,
tambahnya lagi dengan urat leher yang sudah ‘ber-ereksi’* penuh. ?
*sengaja saya beri tanda kutip agar tak dimaknai secara harfiah

Mungkin dia (Si-X) lupa bahwa emosi bukan cara yang paling mujarab untuk menyelesaikan masalah.
Atau mungkin karena dia sering bolos waktu masih sekolah setiap ada pelajaran Fisika, jadi belum tahu bahwa unsur api mesti dipadamkan dengan unsur air.
Bahkan mungkin dia juga belum tahu, apabila kedua kutub magnet yang sifatnya sama dipertemukan, maka tidak akan pernah terjadi gaya tarik-menarik.

Lembut, bukan berarti lemah.
Keras, belum tentu tegas.

Angin yang bergerak lembut, semilir, membuat semua merasa nyaman, merasa adem.
Dan angin yang bergerak dengan keras, justru akan memporak-porandakan segala yang dilewatinya.
Merusak…
Mengakibatkan bencana dan kesusahan.

Cobalah pahami Prinsip Dualitas yang Sederhana ini. Usahakan juga untuk terus berdamai, serta belajar dengan kehidupan.
Karena semua hal yang ada di dalam kehidupan ini, bisa berposisi sebagai guru. Asalkan kita cukup rendah hati memposisikan diri sebagai murid.
Bukan sebaliknya.

(Hr.Ferdian, 26 November 2016)

Content Protection by DMCA.com